Galeri foto

Klik thumbnail untuk memperbesar

Berita PBPI

Auto Curation Score Engine: Cara PBPI Kabupaten Bekasi Menjaga Fair Play di Setiap Turnamen

PBPI Kabupaten Bekasi

PBPI Kabupaten Bekasi menghadirkan Auto Curation Score Engine : sistem kurasi otomatis yang menilai kelayakan pendaftar turnamen berdasarkan data profil atlet, level permainan, riwayat prestasi, dan data dari Reclub. Tujuannya sederhana: pertandingan lebih adil, proses lebih cepat, keputusan lebih transparan.

PBPI Kabupaten Bekasi menghadirkan Auto Curation Score Engine : sistem kurasi otomatis yang menilai kelayakan pendaftar turnamen berdasarkan data profil atlet, level permainan, riwayat prestasi, dan data dari Reclub. Tujuannya sederhana: pertandingan lebih adil, proses lebih cepat, keputusan lebih transparan.

Mengapa diperlukan?

Di kategori skill (Beginner, Lower Bronze, Bronze), risiko sandbagging (pemain lebih kuat masuk kategori lebih rendah) dan ketidaksesuaian level sering muncul. Kurasi manual satu per satu memakan waktu dan rawan inkonsistensi. Auto Curation memberi skor dan saran berdasarkan data yang sama untuk semua pasangan.

Auto Curation PBPI Kabupaten Bekasi bukan sekadar tombol “setujui/tolak”. Di dalamnya ada Score Engine : kecerdasan buatan (AI) yang berlandaskan aturan berbasis data yang menggabungkan beberapa sumber, memberi skor 0–100, lalu mengeluarkan rekomendasi yang bisa diaudit.

  1. Multi-source data fusion
    Setiap pasangan dinilai dari beberapa lapisan data sekaligus:

    • Profil atlet federasi (status APPROVED, identitas pasangan)

    • Play Level Rank (Beginner → Upper Beginner/Lower Bronze → Bronze)

    • Riwayat turnamen & prestasi terbaik di portal PBPI

    • Reclub Data (juara / finalis / podium) yang diparse otomatis dari teks kategori

    • Kelengkapan administrasi (bukti transfer, data pasangan)

    • Pair gap : selisih level antar pemain dalam satu pasangan

  2. Feature ranking (bukan tebak-tebakan)
    Level dan prestasi diubah jadi peringkat numerik. Contoh: juara > finalis > semifinal > babak grup. Badge Reclub seperti “Lower Bronze”, “LB”, “Elite”, “Silver” dipetakan ke skala divisi yang sama dengan kategori turnamen. Hasilnya: mesin bisa membandingkan apel dengan apel.

  3. Rule evaluation: Pass · Warn · Fail
    Setiap pemeriksaan menghasilkan jejak (check) dengan tingkat keparahan:

    • Fail — hard gate (skor langsung 0 → tolak), mis. sandbagging level, juara Reclub masuk Beginner, atlet belum terdaftar

    • Warn — potong skor (naik kategori tanpa riwayat kuat, gap pasangan besar, prestasi tinggi di Beginner)

    • Pass — tambah skor (level cocok, Reclub terisi, rekor sehat di kategori yang tepat)

  4. Anti-sandbagging logic
    Mesin mendeteksi dua arah:

    • Sandbagging — level/badge lebih tinggi dari kategori yang didaftarkan

    • Playing up — naik kategori terlalu jauh tanpa riwayat yang memadai

  5. Explainable AI (bukan black box)
    Setiap keputusan menyimpan daftar check yang bisa dibaca panitia: siapa yang bermasalah, kenapa, dan saran alasan penolakan. Transparansi ini yang membedakan dari “otomasi buta”.

Panitia tetap memegang kendali: kasus “review” dilewati otomatis, dan hasil bisa dicek ulang per pasangan.

Setelah kurasi?
Peserta yang lolos menerima email berisi hasil kurasi plus QR absensi untuk re-registration di lokasi. Scan QR di hari pertandingan = check-in resmi. Alurnya: daftar → analisis → skor → email/QR → check-in.

Manfaat untuk ekosistem

  • Fair play lebih terjaga

  • Proses kurasi lebih cepat & konsisten

  • Peserta mendapat kepastian lewat email

  • Absensi lapangan lebih rapi

One Spirit, One Goal.
 — PBPI Kabupaten Bekasi